Selasa, 05 Agustus 2014

Relationship and Mate.

Pernah terbesit diantara kalian yang sedang tak mempunyai pasangan untuk mencari pasangan kalian atau jodoh kalian yang ada entah dimana? Bagi kalian yang serius, bagaimana kalian mencari dia?. Sebenarnya, jodoh bukan hanya untuk dicari, tapi juga dibangun. Karena banyak cerita yang mengatakan bahwa "terlalu banyak mencari sampai terlambat menyadari bahwa jodohku ada didekatku". Ya memang kebanyakan seperti itu. Sekadar saran ya teman, jangan kalian terlalu mencari dia, karena tak semuanya jodoh itu ada pada jarak yang jauh dari kalian. Bila kalian memang ingin mencari, carilah dia yang mau melihatmu sebagai 'kamu' dan bukan malah meminta untuk menjadi orang lain, carilah dia yang dapat membuatmu menjadi 'kamu' dihadapannya tanpa perlu kamu menjadi orang lain (just be yourself and see what happen after that, did he/she accept you or not,and then learn to look for him/her who can accept you as you), dan peka lah terhadap orang disekitarmu. Mungkin jodohmu tak pernah meminta untuk berpasangan denganmu, tapi bila memang dia jodohmu, dia akan membantumu untuk membangun hubungan kalian dengan baik sampai akhirnya menjadi pasangan yang abadi. Hubungan yang kuat adalah hubungan yang dibangun bersama, bukan satu pihak. Hubungan yang indah adalah hubungan yang didapat dari penjagaan komitmen dari kedua pihak. Hubungan yang abadi adalah hubungan yang telah dibangun dan dijalani dan akhirnya hubungan itu dapat berubah menjadi keluarga. Indah bukan? Saat hubungan kalian dapat berlangsung hingga menjadi keluarga?. Belajarlah bersama-sama dengan pasangan kalian, jangan ada 'men-guru-i" karena anggap saja kalian sama-sama murid dari tantangan dalam hubungan kalian dan dalam kehidupan kalian dan kalian bersahabat satu sama lain. Karena kalian akan lebih nyaman saat kalian mendapati pasangan kalian juga dapat menjadi sahabat kalian. We never know our mate, but we never wrong to built our relationship.


With Love, Erline Cyntia Visca
Relationship and Mate

Kamis, 31 Juli 2014

Louder! Louder!

"Sometimes, when you listening to music with high volumes can make you calm, happier and more relaxed. And when you do your work with listening to music can make you do it with fun, easier than before and make you have a brilliant way to do it."
Saat kalian mendengarkan musik dengan volume yang tinggi, musik itu akan dapat membawa kalian untuk mengikuti ketukannya. Apabila kalian sedang sedih, sebaiknya jangan dengarkan musik dengan genre slow. Karena itu dapat membuat kalian lebih sedih. Dengarkanlah musik yang dapat membuatmu lebih semangat, seperti musik hip-hop, RnB, rock, atau yang genre music yang lebih beat dari itu. Dan pastikan volumenya tinggi, karena kamu akan meraasakan sensasi yang berbeda saat itu. Mungkin kamu akan lebih relax, lebih lepas dan lupa akan kesedihanmu. Saat kamu ingin mencari solusi dan kamu mendapati kekosongan, dengarkanlah musik yang tenang seperti jazz, pop, atau mungkin musik dengan genre kesukaanmu tentunya dengan volume yang tinggi. It will work! and you'll get your solution. Tapi lebih baik hindari mendengarkan musik melalui headset atau headphone dengan volume tinggi, karena dapat merusak pendengaramu. Tapi mungkin sesekali bolehlah, jika situasinya mengharuskanmu untuk mendengarkan melalui headset atau headphone. Musik dapat membuatmu bebas, mengikuti iramanya, dan terlebih dapat membuatmu menari mengikuti tempo yang disajikan oleh musik yang kamu dengarkan. 
Make it louder please! And I will dance! And this is my dance floor! I'm happier than you when I listening my music louder and dance. :)


With Love, Erline Cyntia Visca
Louder! Louder!

Good Listener or Bad Listener?

Salah satu temanku berkata, " Aku berada di satu titik dimana aku sedang benci terhadap seseorang, dia saudaraku sendiri dan aku hampir sangat benci di buatnya. Karena semua perlakuannya terhadapku. Dan aku bercerita kepada seseorang temanku yang dahulunya juga teman dekat saudaraku itu. Dan aku tahu kenapa ada kata 'dahulu' di pertemanan mereka. Aku cerita semuanya ke dia dan aku mendapati emosiku yang semakin menjadi-jadi terhadap saudaraku itu. Tapi akhirnya aku sadar akan sesuatu, setelah aku belajar tentang alasan mengapa saudaraku memperlakukanku seperti itu, hanya semata ingin melindungiku. Aku sayang kakakku sekarang dan aku tahu fakta mengapa teman lama kakakku itu membuat emosiku menjadi-jadi, karena aku bercerita pada orang yang salah.."
Teman, kalian dapat belajar setelah kalian melalui hal tersebut. Dan tak pernah ada kata terlambat untuk membenahinya. Itu kelurgamu sendiri,tak mungkin dia melakukan suatu hal tanpa alasan tertentu. Meskipun terkadang cara mereka salah. Seorang teman yang baik adalah seorang teman yang mampu membuatmu tenang dan belajar akan hal yang dapat membuatmu emosi itu, bukan malah membuatmu semakin emosi dan membenci saudaramu sendiri. Baiknya kalian memilih orang yang tepat untuk menampung ceritamu,yang dapat menjadi pendengar yang baik dan bahkan dapat menjadi pemecah solusi yang baik. Bukan pada mereka yang hanya dapat menyulutkan emosimu dan malah dapat menyulutkan emosinya juga. Lihatlah latar belakang mereka terhadap seseorang yang akan kamu ceritakan, apakah dia menyimpan kebencian juga terhadap orang yang akan kamu ceritakan atau tidak. Bila kamu bercerita terhadap orang yang menaruh kebencian yang sama terhadap orang yang kamu ceritakan, maka tak akan pernah selesai masalahmu. Carilah seseorang yang mungkin tak pernah mengetahui orang yang akan kamu ceritakan, dan sebaiknya jangan cerita pada teman sebayamu, ceritalah pada mereka yang lebih dewasa dari kamu. Karena apabila kalian bercerita dengan teman sebayamu, mungkin emosional mereka kurang-lebih sama denganmu dan mereka akan sama marahnya denganmu. 
Kalian dapat membedakan orang yang baik untuk diajak bercerita atau tidak. Caranya mudah.Lihatlah cara mereka berbicara, lembut atau kasar caranya. Lihat bagaimana mereka menanggapi ceritamu, apakah mereka semakin membuat emosi atau malah menenangkanmu. Lihat solusi atau saran yang mereka tawarkan, baik atau burukkah. Lihatlah cara mereka belajar terhadap masa lalu atau masa sekarang mereka, cara mereka melalui masalahnya, dengan ketenangan atau masih dengan emosi mereka, karena terkadang meskipun mereka pernah mempunyai masalah dengan orang yang akan kamu ceritakan tetapi dia dapat melaluinya dengan ketenangannya atau justru belajar dari hal itu, itulah yang dapat membuatmu lebih tenang nantinya. Yang lebih awal adalah lihatlah bagaimana latar belakang mereka terhadap orang yang akan kamu ceritakan, karena hal itu akan menentukan hasil yang akan kamu dapat. Hopefully make you can choose which one is good and which one is bad.


With Love, Erline Cyntia Visca
Good Listener or Bad Listener